Cabut Gelar Adat Maluku Dari SBY sign now

PETISI ANAK-CUCU ADAT MALUKU

Adat Maluku adalah sesuatu yang sakral. Sesuatu yang hidup dalam diri Anak-Cucu Maluku di manapun berada, walau terpisah jarak dan waktu dari Tanah Air-nya. Adat Maluku adalah identitas Anak-Cucu Maluku di manapun ia menginjakan kaki di bumi, bahkan jika satu saat ia dapat menginjakan kaki di luar bumi. Gelar Adat Maluku adalah salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Adat Maluku. Sesuatu yang berkaitan langsung dengan Adat Maluku, karena mengidentifikasikan siapa yang memimpin Adat Maluku itu sendiri. Seseorang yang diberi Gelar Adat Maluku mewakili Anak-Cucu Adat Maluku secara keseluruhan, ke dalam dan ke luar, karena hal itu adalah konsekuensi dari tidak dapat dipisahkannya Gelar Adat Maluku dari Adat Maluku. Gelar Adat Maluku tidak bisa bahkan tidak boleh dijadikan sebagai permainan pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi, komoditas politik atau bahkan sebagai alat tukar untuk sebuah pembangunan yang memang sudah seharusnya dilakukan oleh sebuah lembaga yang menamakan dirinya "Pemerintah Negara". Gelar Adat Maluku harus ditempatkan pada posisi mewakili identitas Anak-Cucu Adat Maluku secara menyeluruh. Hal ini berarti bahwa yang memegang atau diberikan Gelar Adat Maluku haruslah orang yang mempunyai sifat-sifat dasar atau filosofi kehidupan Manusia Adat Maluku, yang antara lain :
- berani untuk menghadapi masalah yang ada di hadapannya.
- tetap memegang pendirian atau keputusan yang sudah dibuat, yang tentu saja sudah dipikirkan secara tuntas.
- jujur dan tegas jika berbicara.

Saudara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah salah satu orang yang diberi Gelar Adat Maluku. Gelar adat yang diberikan bernama "Upu Latu Rat Maran Siwa Lima", yang mempunyai arti "Raja Besar Maluku" atau yang menurut salah satu perwakilan Forum Majelis Adat Latupati Provinsi Maluku (lembaga yang memberikan gelar tersebut) arti gelar itu adalah seseorang yang mempunyai kuasa dan kebesaran sebagai kepala semua orang Maluku. Gelar tersebut diberikan pada tanggal 24 November 2009. Namun, setelah hampir satu tahun memegang gelar itu, saudara SBY tidak dapat menunjukan atau mencerminkan dirinya sebagai Anak-Cucu Adat Maluku dengan sifat-sifat dasar atau filosofi dasar Manusia Adat Maluku seperti yang telah dicontohkan di atas.
1. Membatalkan kunjungan kenegaraan karena ada tuntutan hukum di negara tujuan, yang sebenarnya tuntutan tersebut bukan ditujukan langsung kepada dirinya (http://www.thejakartapost.com/news/2010/10/05/sby039s-postponement-netherlands-visit-linked-issues-arrest.html)
2. Menyesalkan keputusannya sendiri yang membatalkan kunjungan kenegaraan tersebut (http://www.inilah.com/read/detail/874361/sby-menyesal-batal-ke-belanda/). Hal ini menunjukan bahwa saudara SBY tidak tetap memegang pendiriannya dalam mengambil sebuah keputusan.
3. Batal mencanangkan Maluku sebagai Daerah Lumbung Ikan Nasional Indonesia pada acara Sail Banda 2010, yang sudah dipromosikan pada waktu sebelumnya, tanpa ada penjelasan langsung dari saudara SBY (http://www.malukunews.com/?p=3041). Hal ini adalah bentuk ketidak-jujuran dan tidak tegasnya saudara SBY yang telah diberi Gelar Adat Maluku, "Upu Latu Rat Maran Siwa Lima".

Tiga hal di atas sudah menunjukan bahwa saudara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai pemegang Gelar Adat Upu Latu Rat Maran Siwa Lima, tidak dapat mencerminkan dirinya sebagai seorang Anak-Cucu Adat Maluku apalagi sebagai "Penguasa", "Pembesar" ataupun "Kepala" dari semua Manusia Maluku. Tiga hal tersebut adalah contoh yang paling sederhana dan baru-baru saja terjadi. Tentu saja pembiaran terhadap hal ini akan memperburuk konsidi Adat Maluku yang hampir mengalami kepunahan. Oleh karena itu, kami yang bertanda-tangan di bawah ini menuntut agar :

"GELAR ADAT MALUKU, UPU LATU RAT MARAN SIWA LIMA, YANG DIBERIKAN KEPADA SAUDARA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, HARUS SEGERA DICABUT ATAU DIHAPUSKAN ATAU DIKEMBALIKAN OLEH YANG BERSANGKUTAN KEPADA ANAK-CUCU ADAT MALUKU"

hal ini bertujuan untuk :
1. Mengembalikan kedudukan Adat Maluku yang sakral sebagai identitas Anak-Cucu Adat Maluku.
2. Menjaga Adat Maluku dari kepunahan jika tetap berada di bawah kuasa orang yang salah.

Demikian Petisi Anak-Cucu Adat Maluku ini dibuat untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan oleh para pemberi dan penerima gelar adat yang bersangkutan.

Atas nama kemurnian dan keberadaan Adat Maluku,



Anak-Cucu Adat Maluku dan Simpatisan
---Tamata Siwalima---

Sign The Petition

Sign with Facebook
OR

If you already have an account please sign in, otherwise register an account for free then sign the petition filling the fields below.
Email and the password will be your account data, you will be able to sign other petitions after logging in.

Privacy in the search engines? You can use a nickname:

Attention, the email address you supply must be valid in order to validate the signature, otherwise it will be deleted.

I confirm registration and I agree to Usage and Limitations of Services

I confirm that I have read the Privacy Policy

I agree to the Personal Data Processing

Shoutbox

Who signed this petition saw these petitions too:

Sign The Petition

Sign with Facebook
OR

If you already have an account please sign in

Comment

I confirm registration and I agree to Usage and Limitations of Services

I confirm that I have read the Privacy Policy

I agree to the Personal Data Processing

Goal
0 / 50

Latest Signatures

No one has signed this petition yet

Information

Nicholas McclureBy:
FoodIn:
Petition target:
Majelis Adat Latupati Maluku, Pemerintah Provinsi Maluku, Susilo Bambang Yudhoyono

Tags

No tags

Share

Invite friends from your address book

Embed Codes

direct link

link for html

link for forum without title

link for forum with title

Widgets